Kiat Agar 2012 Lebih Baik dari 2011
Setiap orang pasti melewati waktu pergantian tahun baru,
baik secara sadar maupun tidak sadar. Pergantian tahun pada dasarnya
pengurangan jatah umur. Untuk itu, tidak salahnya dijadikan
momentum untuk menilai kualitas waktu / umur yang sudah kita lalui (refleksi
/ muhasabah). Apakah kualitas hidup tahun ini sudah lebih baik dibandingkan
tahun sebelumnya, sama-sama saja, atau bahkan terjadi penurunan.
Perintah untuk bermuhasabah, sudah dijelaskan dalam QS Al-Hasyr
59; 18
“Wahai
orang-orang yang beriman. bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap orang
memperhatikan apa yang telah diperbuat untuk hari esok (akhirat), dan
bertakwalah kepada Allah. Sungguh Allah maha teliti terhadap apa yang kamu
kerjakan…..”
Dalam ayat di atas kita
diperintahkan untuk mempersiapkan hari ESOK dengan melakukan introspeksi masa
lalu. Alloh SWT menggunakan kata GHODIN untuk menyatakan
waktu ESOK. Para ahli tafsir menjelaskan yang dimaksud dengan
ESOK hakikatnya adalah hari kiamat. Digunakannya kata ESOK karena hari
kiamat adalah waktu yang dekat dan jelas kepastiannya. Sehingga diperlukan
persiapan untuk menyongsongnya.
Kita
boleh saja mengartikan batasan waktu untuk melakukan introspeksi dalammomentum pergantian hari, bulan
tahun, masa pensiun, dan lain sebagainya. Yang terpenting
bukanlah seremoninya tetapi apa yang akan kita lakukan untuk menghadapinya.
Khusus dalam menyongsong tahun 2012, kita harus bertekad bahwa tahun 2012 harus
lebih baik dari tahun 2011 baik dalam urusan dunia maupun akhirat. Lakukan
evaluasi pencapaian tahun 2011 dan buatlah target planning di tahun 2012 yang
melebihi pencapaian tahun 2011. Abu sulaiman berkata, “Seseorang
yang hari ini seperti kemarin maka dia adalah orang minus/rugi”.
Lebih
lanjut Ibnu umar berkata, “Berbuatlah
untuk duniamu seakan engkau akan hidup selamanya, dan berbuatlah untuk
akhiratmu seakan engkau akan mati besok pagi”.
Salah satu contoh target yang
bisa direncanakan untuk menjadi lebih baik di tahun 2012 adalah sebagai
berikut:
Dalam
urusan Dunia:
1.
Menambah sumber penghasilan, harga diri, dan multiple job
2. Meningkatkan grade/posisi
kerja dari jenis profesi anda. Yang semula supervisor menjadi manager, yang
manager menjadi General Manager, dan seterusnya.
3.
Meningkatkan life skill, misalnya
kemampuan menyetir, mengoperasikan komputer, internet, dan berbicara di depan
umum (speaking/communication)
4. Meningkatkan kualitas
kesehatan dengan berolahraga teratur dan aktivitas menjaga kesehatan
tubuh
5. Menambah relasi jangkauan
bisnis dan silaturahmi, misalnya dengan tetangga, saudara, teman, dan
lain-lain.
Dalam
Urusan Ritual ibadah:
1. Sholat 5 Waktu;
meningkatkan ketepatan waktu, berjamaaah di mesjid, sholat sunnah rowatib,
Dhuha, dan Tahajud
2. Shaum; Meningkatkan
kesempurnaan Shoum Romadhon dan pelaksanaan shaum sunnah
3. Planning melakukan ibadah
haji/umrah
4. Meningkatkan Keilmuan /
wawasan keagamaan, misalnya membaca alquran, Tafsir, Hadits , Fiqh dan
ilmu lainnya. Kalau bisa tentukan jenis kitabnya
5. Meningkatkan kemampuan
financial untuk mencukupi diri sendiri, membayarkan zakat, berinfaq, dan wakaf
persiapan kematian.
“Dikutip
dari pengajian Shubuh, 1 Januari 2012, Mesjid Darussalam Kota Wisata,
Narasumber; Ust. Sofwan Jauhari Lc. MAg.”
Sumber : http://www.nasehatislam.com
Tidak ada komentar:
Posting Komentar